H1-KEY: LET IT BURN (2024)

H1-KEY LET IT BURN (2024)

H1-KEY Let It Burn: Kisah Pemberontakan dan Semangat yang Membara

H1-KEY - LET IT BURN menandai kembalinya quartet K-pop yang dinanti setelah absen selama empat bulan. Dengan mini album ketiga mereka yang berjudul "Love or Hate" yang dirilis pada 19 Juni 2024, grup ini kembali dengan semangat yang lebih membara dari sebelumnya.

Lagu utama h1 key let it burn menggabungkan ritme hip-hop boom-bap yang groovy dengan elemen rock yang intens, menciptakan pengalaman musik yang kaya dan berkesan. Karya terbaik H1-KEY selalu berhasil berkat kekuatan penulisan lagunya, dan "Let It Burn" melanjutkan pendekatan ini dengan struktur yang dikembangkan secara penuh. Meskipun bagian refrain cenderung lambat, bagian verse menawarkan panggilan dan respons antara melodi dan rap.

Mini album "Love or Hate" tidak hanya menampilkan lagu utama "Let It Burn", tetapi juga tiga lagu lainnya: "(heart) Letter," "Iconic," dan "Rainfalls". Bahkan, koreografi lagu ini dirancang untuk intuitif dan mudah diikuti, memungkinkan penggemar untuk terhubung lebih dalam dengan pesan yang ingin disampaikan grup.

H1-KEY LET IT BURN (2024)
H1-KEY LET IT BURN (2024)

Kembalinya H1-KEY dengan Semangat Baru

Setelah kesuksesan "Rose Blossom" dan "SEOUL", GLG mengumumkan comeback H1-KEY pada 27 Mei 2024 untuk peluncuran mini album ketiga mereka. Pada 30 Mei, grup ini merilis teaser album yang segera diikuti dengan kalender promosi untuk "Love or Hate" di hari berikutnya.

Mini album 'Love or Hate' dan pesan utamanya

Mini album "Love or Hate" (stylized sebagai LOVE or HATE) dirilis pada 19 Juni 2024 dengan "Let It Burn" sebagai lagu utama. Album fisik hadir dalam empat versi: True, Lie, dan dua versi Poca (True dan Lie). Mini album ini berisi empat lagu dengan durasi total 12 menit, termasuk "♥ Letter", "Iconic", dan "Rainfalls". "Let It Burn" membawa pesan tentang tekad dan semangat yang membara untuk "tetap panas", bahkan jika pada akhirnya "terbakar menjadi abu". Makna dari single ini juga menceritakan pengalaman menarik seorang remaja yang memiliki sisi pemberontak saat di sekolah.

Perbedaan konsep dari rilisan sebelumnya

Berbeda dengan lagu-lagu sebelumnya yang menawarkan pesan harapan dan semangat positif, "Let It Burn" menampilkan sisi H1-KEY yang lebih berani dan memberontak. Album ini lebih gelap dibandingkan rilisan sebelumnya, namun bukan merupakan perubahan yang tidak terduga. Sebaliknya, ini menunjukkan sisi lain dari cerita H1-KEY tentang pertumbuhan dan mimpi mereka. Riina menegaskan, "Kami hanya menunjukkan sisi lain dari masa muda kami. Saya yakin setiap orang memiliki sisi pemberontak dan tak terduga". Perubahan konsep ini mengeksplorasi tema rock-chic, di mana keempat anggota mengenakan pakaian bertemakan punk dan rock di atas panggung dengan tampilan band pengiring.

H1-KEY LET IT BURN (2024)
H1-KEY LET IT BURN (2024)

Makna Lirik 'Let It Burn' yang Penuh Emosi

Lirik "Let It Burn" menghadirkan curahan emosi yang jauh lebih berani dan frontal dibandingkan karya H1-KEY sebelumnya. Seoi mengungkapkan bahwa mereka berusaha keras mengekspresikan perasaan marah dan emosi yang meledak-ledak saat merekam lagu ini.

Konflik dalam hubungan yang stagnan

Lagu ini menggambarkan hubungan yang telah kehilangan arah dengan lirik "Mengunci emosi kita, kapan semuanya menjadi salah?" dan "Tidak ada yang ingin mengakhirinya lebih dulu dan merasa bersalah". Hubungan yang dulu penuh gairah kini menjadi stagnan dan hambar. Lirik menyiratkan pasangan yang dahulu "gila satu sama lain" namun kini berusaha keras untuk tidak "menjadi gila".

Pilihan antara cinta dan benci

"Let's burn down all the love or hate, Let it burn no matter what" menjadi inti pesan lagu ini. Alih-alih terus berada dalam hubungan yang setengah-setengah, lebih baik membuat keputusan tegas—entah melanjutkan dengan cinta penuh atau mengakhiri dengan kebencian. Hwiseo menegaskan bahwa track ini menunjukkan pemberontakan dan tantangan juga merupakan bagian dari identitas mereka, sama seperti sisi lembut mereka.

Simbolisme 'membakar' sebagai pelepasan

Metafora "membakar" menjadi simbol kuat untuk memulai kembali. Meskipun terkesan drastis, ini merupakan cara klasik untuk menggambarkan keinginan memulai dari awal. "Lebih baik terbakar dan menjadi abu daripada setengah-setengah" menunjukkan preferensi terhadap tindakan ekstrem dibandingkan bertahan dalam ketidakpastian. Riina menjelaskan konsep ini sebagai penolakan terhadap sikap "setengah hati" dalam kehidupan.

H1-KEY LET IT BURN (2024)
H1-KEY LET IT BURN (2024)

Proses Kreatif di Balik Lagu dan Koreografi

Di balik karya penuh emosi H1-KEY - LET IT BURN, terdapat proses kreatif yang mendalam dan penuh pertimbangan. Para anggota grup mengungkapkan bahwa mereka menaruh banyak pemikiran untuk menangkap nuansa pemberontakan saat merekam lagu utama ini.

Peran Hong Ji Sang sebagai komposer

Hong Ji Sang, komposer yang sebelumnya telah berkolaborasi dengan H1-KEY untuk hit "Rose Blossom", kembali mengambil peran penting dalam penciptaan "Let It Burn". Selama proses produksi, Hong Ji Sang meminta para anggota untuk mengekspresikan perasaan marah dan emosi meledak-ledak dalam diri mereka. Kolaborasi dengan komposer ini bukanlah yang pertama, bahkan setelah "Rose Blossom", Hong Ji Sang juga memproduksi lagu "Deeper" yang memerlukan banyak revisi untuk menangkap emosi dengan efektif.

Koreografi oleh Lia Kim yang intuitif

Koreografer ternama Lia Kim turut berpartisipasi dalam menciptakan gerakan tari untuk lagu utama. "Koreografinya dirancang agar intuitif dan mudah diikuti. Lia Kim menciptakan semua gerakan tari kami dan mengajarkannya secara detail selama sesi kami," ujar Yel, anggota termuda grup. Dengan demikian, pengalaman menari yang disajikan tidak hanya mengesankan secara visual tetapi juga terhubung secara emosional dengan pesan lagu.

Ekspresi emosi dalam rekaman vokal

Seoi mengakui bahwa dibutuhkan banyak perenungan dan latihan untuk mencapai ekspresi emosional yang diinginkan. "Komposer Hong Ji-sang meminta kami untuk mengekspresikan perasaan marah dan emosi meledak-ledak di dalam diri. Ini membutuhkan banyak perenungan dan latihan," kenang Seoi. Terutama untuk lagu-lagu dengan muatan emosional tinggi, proses rekaman vokal menjadi aspek krusial yang menentukan keberhasilan penyampaian pesan kepada pendengar.

H1-KEY LET IT BURN (2024)
H1-KEY LET IT BURN (2024)
H1-KEY LET IT BURN (2024)

Visual, Fashion, dan Identitas Baru H1-KEY

Transformasi visual yang dramatis menjadi sorotan dalam comeback terbaru H1-KEY, dengan penampilan yang jauh berbeda dari image sebelumnya. Perubahan signifikan ini menjadi salah satu aspek paling mencolok dari mini album "Love or Hate".

Gaya rock-chic dan inspirasi era 70-80an

Outfit intens dengan perpaduan merah dan hitam menjadi hasil dari upaya H1-KEY menampilkan gaya rock-chic, seperti yang dijelaskan Riina. Gaya ini mengambil inspirasi dari era 70-80an yang dikenal dengan fashion yang berani, tanpa rasa takut, dan tak terlupakan. Era ini ditandai dengan munculnya ikon-ikon fashion seperti Joan Jett dengan gaya pemberontaknya yang edgy dan The Go-Gos dengan gaya ekletik mereka. Penampilan H1-KEY mengingatkan pada estetika punk dengan jaket kulit besar dan pakaian yang mencerminkan keberanian era tersebut.

Eksperimen fashion yang lebih berani

"Kami menjadi lebih berani dengan fashion, mencoba hal-hal yang belum pernah kami lakukan sebelumnya," ungkap Riina. Konsep "rock-slash-chic" membawa quartet ini ke territory baru, di mana keempat anggota mengenakan pakaian bertemakan punk dan rock di atas panggung dan tampil dengan band pengiring. Bahkan dalam video musik, mereka terlihat sebagai anggota band rock dengan masing-masing memainkan instrumen musik. Kehadiran mereka di Seoul Fashion Week 2025 semakin menegaskan evolusi gaya mereka.

Tetap menjaga esensi H1-KEY

Meskipun mencoba konsep berbeda, esensi H1-KEY tetap tidak berubah. Riina menekankan, "Musik H1-KEY bertujuan menyampaikan cerita yang dapat direlasikan oleh semua orang, terutama tentang masa muda dan pengalaman sehari-hari. Kami berbicara tentang harapan, mimpi, dan keberanian masa muda sebelumnya, dan kali ini kami membahas aspek pemberontakan dan negatif". Pada dasarnya, mereka hanya menunjukkan sisi lain dari cerita pertumbuhan mereka, dengan tetap mempertahankan identitas inti grup.

FAQS

Para penggemar H1-KEY sering mencari informasi dasar tentang grup ini. Berikut beberapa pertanyaan yang sering diajukan tentang quartet K-pop yang sedang naik daun ini.

H1-KEY (하이키) debut pada 5 Januari 2022 dengan single album "Athletic Girl". Grup ini berada di bawah manajemen Grandline Group (GLG) Entertainment dan Sony Music. Mereka terdiri dari empat anggota: Seoi (서이) sebagai leader dan vokalis, Riina (리이나) sebagai vokalis, Hwiseo (휘서) sebagai vokalis, dan Yel (옐) sebagai vokalis dan rapper.

Seoi merupakan anggota tertua sekaligus pemimpin grup, sementara Yel adalah maknae atau anggota termuda. Perlu diketahui bahwa sebelumnya H1-KEY memiliki anggota bernama Sitala yang meninggalkan grup pada 25 Mei 2022 karena alasan pribadi.

Belakangan ini, H1-KEY menarik perhatian karena membatalkan beberapa penampilan radio menjelang comeback mereka. Pada 24 Juni, mereka membatalkan penampilan di SBS PowerFM "Bae Sungjae's Ten". Sehari sebelumnya, penampilan mereka di "Wendy's Young Street" juga dibatalkan. Selain itu, mereka juga mundur dari "Escape at 2PM – Cultwo Show" hanya dua hari sebelum siaran.

H1-KEY dijadwalkan akan merilis mini album keempat mereka, "Lovestruck", pada 26 Juni 2025 KST — menandai comeback pertama mereka setelah hampir setahun sejak EP ketiga "LOVE or HATE".

Close